Program Studi Perikanan melalui Kolaborasi FPIK UTU–USM Perkuat Kapasitas Nelayan Ujong Drien melalui Edukasi Perikanan Berkelanjutan dan Manajemen Keuangan

08 Sep 2026 | Berita, Prodi Perikanan, SDGs

Meulaboh | Aceh Barat, Selasa 08 September 2026 – Universitas Teuku Umar (UTU) berkolaborasi dengan Universiti Sains Malaysia (USM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bersama nelayan Ujong Drien, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas nelayan skala kecil melalui pencatatan aktivitas penangkapan, edukasi material alat tangkap ramah lingkungan, serta pengelolaan keuangan nelayan tradisional. Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi dari Universiti Sains Malaysia, yaitu Dr. Zarul Hazrin Hashim dan Dr. Norhafiz Hanafi Ahmad Shah. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari kolaborasi internasional UTU–USM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Dr. Zarul Hazrin Hashim menyampaikan materi “Catatan Nelayan: Kunci Masa Depan Perikanan Aceh.” Ia mengajak nelayan membiasakan pencatatan sederhana setiap selesai melaut, meliputi waktu dan lokasi penangkapan, jenis dan jumlah hasil tangkapan, alat tangkap yang digunakan, serta durasi operasi. Data tersebut dapat membantu nelayan mengevaluasi hasil penangkapan sekaligus menjadi informasi penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan Aceh secara berkelanjutan. Sementara itu, Dr. Norhafiz Hanafi Ahmad Shah turut memberikan perspektif mengenai pentingnya menjaga sumber daya ikan dan ekosistem laut sebagai fondasi keberlanjutan perikanan. Menurutnya, keberlanjutan sumber daya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat nelayan di masa mendatang.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Hamidi, S.Pi., M.Si. dengan topik “Edukasi Material Alat Tangkap Ramah Lingkungan bagi Nelayan Skala Kecil di Kabupaten Aceh Barat.” Nelayan diberikan pemahaman mengenai karakteristik, pemilihan, dan penggunaan material alat tangkap yang sesuai dengan kebutuhan operasi penangkapan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. Dalam pelaksanaannya, Hamidi didukung oleh tim pengabdian yang terdiri atas Muhammad Arif, S.Pi., M.Si, Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si, Rosi Rahayu, S.Pi., M.Si, Muhammad Agam Thahir, S.Pi., dan M.Si, Hafinuddin, S.Pi., M.Sc,.

Selain aspek keberlanjutan perikanan, Ir. T. Amarullah, M.Pi. menyampaikan materi “Manajemen Keuangan untuk Nelayan Tradisional.” Materi ini memberikan pemahaman mengenai pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, serta pemisahan biaya operasional melaut dengan kebutuhan rumah tangga. Dalam kegiatan tersebut, T. Amarullah didukung oleh Syarifah Zuraida, S.Pi., M.Si. sebagai anggota tim pengabdian. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari nelayan Ujong Drien. Para nelayan aktif berdiskusi, menyampaikan pengalaman, serta berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam aktivitas melaut sehari-hari. Interaksi langsung tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi, tetapi juga ruang bertukar pengalaman antara akademisi dan masyarakat nelayan.

Melalui kolaborasi UTU–USM, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan nelayan dalam mencatat dan mengevaluasi aktivitas penangkapan, menggunakan material alat tangkap yang lebih ramah lingkungan, serta mengelola keuangan secara lebih baik. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong nelayan Ujong Drien yang lebih mandiri serta mendukung keberlanjutan perikanan di Aceh Barat.

Laporan : Muhammad Arif | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra