MEULABOH (5/9/2026)— Program Studi (Prodi) Sumber Daya Akuatik menggelar Curriculum Development Outcome-Based Education (OBE) & Joint Academic Discussion di Ruang Pertemuan Prodi Sumber Daya Akuatik, Meulaboh, pada Sabtu (5/9/2026). Agenda strategis yang berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB ini menghadirkan akademisi dari Universiti Sains Malaysia (USM), Dr. Suhaida, sebagai pemateri utama sekaligus fasilitator.
Sesi pertama berfokus pada penyusunan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dalam paparannya, Dr. Suhaida menekankan pentingnya capaian pembelajaran (learning outcomes) yang terukur, dengan menitikberatkan pada kemampuan aktual, keterampilan praktis, dan pemahaman konseptual mahasiswa. Pendekatan ini dirancang agar adaptif terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, konservasi keanekaragaman hayati akuatik, serta tata kelola perikanan berkelanjutan.
“Pengembangan kurikulum berbasis OBE bukan sekadar memenuhi tuntutan administratif akreditasi, melainkan sebuah transformasi paradigma pembelajaran. Kita berfokus pada apa yang benar-benar bisa dilakukan dan dianalisis oleh mahasiswa setelah mereka lulus, sehingga ilmu yang didapatkan di bangku kuliah berdaya guna langsung bagi masyarakat dan industri perairan global,” tegas Dr. Suhaida di hadapan jajaran dosen dan pengelola prodi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Joint Academic Discussion yang membahas berbagai peluang kerja sama regional dan internasional. Poin-poin kolaborasi yang dirumuskan meliputi penelitian multidisiplin di bidang sains akuatik, program pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan kuliah umum tamu, hingga penulisan publikasi ilmiah bersama pada jurnal berskala internasional. Penguatan metodologi riset lapangan di kawasan perairan barat Sumatra juga menjadi salah satu fokus kajian utama.
Pengelola Prodi Sumber Daya Akuatik memastikan hasil dari lokakarya dan diskusi ini akan segera ditindaklanjuti menjadi rumusan dokumen kurikulum baru untuk diimplementasikan pada semester mendatang. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan prodi untuk bertransformasi menjadi pusat keunggulan (center of excellence) pendidikan dan penelitian bidang perairan serta kelautan di Aceh dan Indonesia.
Laporan: Irhami| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

