MEULABOH – Memasuki hari keenam pelaksanaan USM-UTU International Collaboration Programme, Universitas Teuku Umar (UTU) bersama School of Biological Sciences Universiti Sains Malaysia (USM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (community service) bertajuk “Peduli Lingkungan, Peduli Masa Depan” di kawasan wisata Pantai Lhok Bubon, Aceh Barat, pada Minggu (6/9/2026).
Aksi kepedulian lingkungan ini diikuti oleh seluruh delegasi akademisi dan mahasiswa USM serta civitas akademika Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU yang meliputi empat jurusan, yakni Jurusan Perikanan, Akuakultur, Ilmu Kelautan, dan Sumber Daya Akuatik.

Rangkaian acara diawali dengan laporan dari Ketua Panitia Pelaksana, Dr. Munandar, S.Kel., M.Si. Dalam keterangannya, beliau menyampaikan bahwa pemilihan Pantai Lhok Bubon sebagai pusat kegiatan pengabdian tidak hanya didasari oleh potensi wisatanya yang tinggi, melainkan juga pentingnya menjaga ekosistem pesisir tersebut dari ancaman akumulasi sampah plastik. “Melalui aksi kolaboratif ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan kawasan pesisir adalah tanggung jawab lintas batas yang memerlukan sinergi nyata antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat lokal,” ujar Dr. Munandar.
Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni FPIK UTU, Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si., yang hadir mewakili Dekan. Dalam arahannya, Dr. Muhammad Rizal menekankan bahwa kegiatan beach cleanup ini merupakan wujud konkret dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi lingkungan. Beliau menegaskan bahwa integrasi antara riset akademis dan aksi sosial di lapangan akan membentuk karakter mahasiswa yang peka terhadap isu-isu lingkungan global.
“Kerja sama internasional antara UTU dan USM tidak boleh berhenti di dalam ruang perkuliahan atau laboratorium saja. Langkah nyata pembersihan pantai hari ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan harus diimplementasikan secara langsung di lapangan demi menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Aceh di masa depan,” tegas Dr. Muhammad Rizal dalam sambutannya.
Sebelum aksi edukasi lapangan dimulai, para peserta dibekali dengan sesi edukasi lingkungan yang menghadirkan empat narasumber ahli dari Indonesia dan Malaysia yaitu Eka Lisdayanti, S.Kel., M.Si. (UTU) membawakan materi mendalam terkait Dampak Sampah di Perairan, Dr. Shuhaida Shuib (USM) memaparkan materi gerakan Kurangi Plastik, Jaga Lingkungan, Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid (USM) membagikan pengalaman Best Practice Pengurangan Sampah di Malaysia dan Fajar Oza Pratama, S.Kel., M.M. (Gerakan Peduli Lingkungan Meulaboh) mengulas potensi ekonomi kreatif melalui Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Tambah.

Usai pemaparan materi, seluruh delegasi UTU, USM, beserta komunitas lokal bergerak bersama menyisir garis pantai Lhok Bubon untuk memungut sampah anorganik yang mencemari kawasan pesisir. Sampah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung dibuang, melainkan dipilah secara sistematis berdasarkan kategorinya seperti botol plastik, styrofoam, sedotan, kaleng, hingga sampah residu lainnya kemudian ditimbang untuk pendataan timbulan sampah pesisir.
Aksi pembersihan pantai (beach cleanup) kolaboratif ini ditutup dengan sesi foto bersama serta makan siang bersama secara kekeluargaan, mempererat tali silaturahmi antar-bangsa demi menjaga kelestarian ekosistem laut masa depan.
Laporan: Syahrul Muharram | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

