Meulaboh | Aceh Barat – Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) terus melakukan penguatan kualitas pendidikan melalui review dan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), sebagai langkah menuju pendidikan yang berstandar internasional. Kegiatan Review dan Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE Menuju Internasionalisasi Program Studi dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) di Universitas Teuku Umar.
Review kurikulum dilakukan untuk memastikan struktur dan substansi pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika industri akuakultur. Pendekatan OBE menjadi landasan dalam memastikan proses pendidikan berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai mahasiswa dan lulusan, bukan semata-mata pada materi yang disampaikan. Penerapan OBE dalam review diarahkan pada penguatan keterkaitan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, bahan kajian, metode pembelajaran, dan asesmen. Dengan keterkaitan tersebut, setiap mata kuliah diharapkan memiliki kontribusi yang jelas terhadap kompetensi lulusan dan dapat dievaluasi secara terukur.

Dalam prosesnya, Program Studi Akuakultur melakukan benchmarking bersama Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid, Senior Lecturer Universiti Sains Malaysia (USM) untuk memperoleh perspektif mengenai kurikulum dan praktik pendidikan akuakultur yang berorientasi internasional. Pembahasan tersebut menjadi bahan untuk mengidentifikasi kompetensi dan bidang keilmuan yang perlu diperkuat agar lulusan memiliki kesiapan menghadapi lingkungan akademik dan profesional global. Perspektif internasional tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan industri akuakultur yang terus berkembang. Selain kebutuhan industri, peluang bisnis akuakultur juga menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kompetensi lulusan. Program Studi Akuakultur mendorong penguatan kemampuan kewirausahaan, inovasi produk dan teknologi, analisis efisiensi produksi, serta pengembangan model bisnis akuakultur yang berkelanjutan dan memiliki nilai tambah.
Untuk melihat penerapan OBE pada tingkat mata kuliah, kegiatan review juga menggunakan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Nutrisi Ikan sebagai sampel. RPS tersebut ditelaah dari aspek kesesuaian CPMK dan Sub-CPMK dengan CPL, materi pembelajaran, metode pembelajaran, aktivitas mahasiswa, serta asesmen. Hasil telaah menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan RPS mata kuliah lainnya. Internasionalisasi juga diarahkan pada peningkatan international exposure mahasiswa melalui pemanfaatan literatur internasional, pembelajaran berbasis riset, komunikasi akademik, serta peluang pengembangan joint class, pertukaran mahasiswa, field school, kolaborasi penelitian, dan publikasi ilmiah internasional.
Ketua Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Fazril Saputra, S.Kel., M.Si., menyampaikan bahwa review kurikulum merupakan bagian penting dari upaya memastikan pendidikan Akuakultur UTU mampu mengikuti perubahan kebutuhan bidang keilmuan dan dunia kerja.
“Kurikulum harus terus berkembang mengikuti perubahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. Melalui review ini, kami ingin memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian kompetensi lulusan. Pendekatan OBE menjadi landasan penting agar proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada materi yang diberikan, tetapi pada kemampuan yang benar-benar harus dimiliki oleh lulusan,” ujarnya.
Hasil review selanjutnya menjadi dasar penyempurnaan profil lulusan, CPL, struktur kurikulum, pemetaan mata kuliah, serta RPS. Penyempurnaan tersebut diharapkan menghasilkan kurikulum yang adaptif, terukur, relevan dengan kebutuhan industri dan peluang pengembangan bisnis, serta selaras dengan perkembangan pendidikan akuakultur secara global.
Melalui penguatan kurikulum berbasis OBE, benchmarking internasional, keterkaitan dengan kebutuhan industri, dan pengembangan international exposure, Program Studi Akuakultur FPIK UTU menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, inovatif, adaptif, berjiwa kewirausahaan, dan memiliki daya saing di tingkat global.
Laporan: Dini Islama | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa
