KOLABORASI INTERNASIONAL UTU-USM: PENELITI JURUSAN PERIKANAN OLAH IKAN GULAMA HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN MENJADI SURIMI BERNILAI JUAL TINGGI

05 Sep 2026 | Berita, Prodi Perikanan, SDGs

Meulaboh | Aceh Barat Rangkaian USM-UTU International Collaboration Programme memasuki hari keempat pada Jumat (4/9/2026). Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) bersama akademisi dari School of Biological Sciences Universiti Sains Malaysia (USM) menggelar riset kolaboratif berfokus pada diversifikasi produk olahan hasil perikanan berteknologi modern. Riset hari ini mengangkat topik pengembangan surimi produk olahan lumatan daging ikan yang memiliki nilai komersial tinggi (high commercial value) dengan memanfaatkan ikan gulama hasil tangkapan sampingan (bycatch) nelayan lokal. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah (added value) sumber daya perikanan yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.

Sesi workshop dan riset laboratorium dipandu langsung oleh dosen Jurusan Perikanan FPIK UTU, Ikhsanul Khairi, S.Pi., M.Si. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi teknis mengenai karakteristik surimi, dilanjutkan dengan tahapan pra-olahan yang meliputi preparasi sampel, pengukuran kadar protein, penimbangan presisi, hingga proses ekstraksi dan pencucian daging ikan sesuai standar pengolahan surimi.

Penggunaan ikan gulama sebagai bahan baku utama surimi menjadi fokus perhatian karena potensi keberadaannya yang melimpah di perairan pesisir Aceh Barat. Selama ini, ikan gulama berukuran kecil sering kali hanya dijual dengan harga murah atau berakhir menjadi pakan ternak. Melalui teknologi ekstraksi protein dan pencucian (leaching) berulang yang dipraktikkan dalam riset ini, komoditas yang kurang dilirik tersebut berhasil diubah menjadi konsentrat protein fungsional berserat halus yang siap diolah menjadi berbagai produk turunan perikanan modern.

Selama proses analisis laboratorium, tim peneliti melakukan pengujian komprehensif terhadap rendemen, kadar air, serta kadar protein jaringan daging ikan gulama guna memastikan kriteria kelayakan tekstur dan daya gelasi (gel-forming ability). Hasil pengujian awal menunjukkan bahwa profil protein ikan gulama sangat responsif terhadap formulasi yang dikembangkan, membuka peluang besar untuk diproduksi dalam skala industri perikanan lokal maupun internasional.

Diskusi mendalam yang terbangun selama praktik pengolahan ini turut membuka cakrawala baru bagi pengembangan inovasi pangan berbasis blue economy. Pihak USM mengapresiasi pendekatan teknologi tepat guna yang diterapkan FPIK UTU, dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan riset ini hingga tahap pengujian sensori lanjutan atas formulasi surimi berbasis ikan hasil tangkapan sampingan tersebut.

Pakar dari USM, Dr. Norhafiz Hanafi Ahmad Shah dan Dr. Zarul Hashim, hadir dan terlibat aktif mengikuti seluruh tahapan praktik laboratorium. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi interaktif serta ajang pertukaran ilmu pengetahuan (sharing knowledge) antara akademisi UTU dan USM terkait teknologi pengolahan hasil laut.

Turut mendampingi dari tim peneliti FPIK UTU, yaitu Dr. Uswatun Hasanah, S.Si., M.Si, Nabila Ukhty, S.Pi., M.Si, Sri Ayu Insani, S.Pi., M.Si, Akbardiansyah, S.Kel., M.Si, Rahmawati, S.P., M.Si, Rosi Rahayu, S.Pi., M.Si dan Syahrul Muhharram, S.Pi.

Melalui riset diversifikasi ini, FPIK UTU dan USM berharap dapat menghasilkan formula surimi berbasis ikan lokal yang ramah industri, sekaligus memberikan alternatif solusi ekonomi berbasis zero waste fisheries bagi masyarakat pesisir di Aceh Barat.

Laporan: Syahrul Muharram | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra