Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) bersama Universiti Sains Malaysia (USM) memperkuat kolaborasi riset melalui kegiatan bersama pembudidaya lokal di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Mina Mandiri, Lhok Seumot, Nagan Raya, pada 3 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari International Collaboration Programme USM–UTU 2026 yang diarahkan untuk menghasilkan inovasi akuakultur berbasis kebutuhan dan permasalahan nyata pembudidaya di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pembudidaya UPR Mina Mandiri, Mu’amar, yang menyampaikan berbagai kendala dalam kegiatan budidaya ikan nila, terutama terkait pertumbuhan ikan nila yang relatif lambat. Permasalahan yang disampaikan Mu’amar menjadi dasar dalam diskusi antara tim peneliti UTU dan USM untuk menentukan arah pengembangan riset. Berdasarkan kondisi tersebut, tim merancang formulasi pakan aditif dengan memanfaatkan tepung daun pepaya (Carica papaya) sebagai bahan fungsional. Daun pepaya mengandung enzim proteolitik, terutama papain, yang berpotensi membantu proses hidrolisis protein sehingga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan nutrien pakan secara lebih efektif.

Perancangan pakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan nutrisi ikan nila dan kondisi budidaya di UPR Mina Mandiri. Pemanfaatan tepung daun pepaya diarahkan untuk mendukung efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan, yang selanjutnya akan menjadi bagian dari pengembangan dan pengujian riset untuk mengetahui efektivitas formulasi yang dirancang.
Ketua Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Fazril Saputra, S.Kel., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan pembudidaya sejak tahap awal menjadi bagian penting dalam menghasilkan riset yang aplikatif dan berdampak nyata.
“Permasalahan yang disampaikan langsung oleh pembudidaya menjadi dasar penting bagi kami dalam menentukan arah riset. Karena itu, pakan yang dirancang tidak semata-mata berdasarkan pendekatan teoritis, tetapi disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi nyata yang dihadapi pembudidaya di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid, Senior Lecturer bidang Akuakultur dari USM, menilai bahwa interaksi langsung dengan pembudidaya memberikan peluang untuk mengembangkan penelitian yang lebih kontekstual dan relevan.
“Permasalahan di lapangan merupakan titik awal yang penting untuk menghasilkan penelitian yang relevan. Melalui interaksi langsung dengan pembudidaya, kami dapat memahami kebutuhan budidaya secara lebih nyata dan menjadikannya sebagai dasar dalam pengembangan pakan serta pendekatan nutrisi yang sesuai,” jelasnya.
Ketua Pembudidaya UPR Mina Mandiri, Mu’amar, menyambut baik kolaborasi riset tersebut dan berharap hasil penelitian dapat memberikan solusi terhadap kendala yang selama ini dihadapi pembudidaya.
“Selama ini, kendala utama yang kami hadapi adalah pertumbuhan ikan nila yang relatif lambat sehingga waktu pemeliharaan menjadi lebih panjang. Kami menyampaikan kondisi tersebut kepada tim peneliti UTU dan USM agar dapat menjadi bahan dalam pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pembudidaya. Kami berharap pakan yang dirancang dengan memanfaatkan tepung daun pepaya ini dapat membantu meningkatkan efisiensi pakan dan mendukung pertumbuhan ikan nila, sehingga ke depan dapat memberikan manfaat bagi kegiatan budidaya kami,” ungkap Mu’amar.

Kolaborasi riset UTU–USM ini menjadi langkah awal dalam pengembangan pakan ikan berbasis kebutuhan pembudidaya, dengan memadukan pengetahuan akademik dan permasalahan nyata di lapangan. Hasil identifikasi permasalahan dan pengembangan formulasi pakan selanjutnya diharapkan menjadi dasar bagi penelitian lanjutan serta pengembangan inovasi pakan yang aplikatif untuk mendukung budidaya ikan nila yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Laporan: Dini Islama | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

