Meulaboh | Universitas Teuku Umar – Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU), memperkuat kolaborasi internasional bersama Universiti Sains Malaysia (USM) melalui International Collaboration Programme 2026. Rangkaian program yang dimulai pada Selasa, 01 September 2026 tersebut diarahkan untuk memperkuat kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas akademik, serta mengembangkan potensi lokal bidang akuakultur menjadi inovasi yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Fazril Saputra, S.Kel., M.Si., mengatakan bahwa kolaborasi antara Prodi Akuakultur UTU dan USM merupakan bagian dari upaya mendorong internasionalisasi program studi dan perguruan tinggi yang tetap berpijak pada potensi serta kebutuhan daerah. “Kolaborasi internasional harus menghasilkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Kita tidak ingin kerja sama hanya berhenti pada pertemuan, seminar, atau dokumen kerja sama, tetapi harus diterjemahkan menjadi riset bersama, publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, serta kegiatan pengabdian yang memberikan dampak bagi masyarakat, khususnya pembudidaya lokal,” ujar Fazril.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) bidang Akuakultur dari USM, Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid, menyampaikan bahwa tim akademisi USM siap berbagi pengalaman, pengetahuan, dan perspektif dalam pengembangan riset serta pengabdian di bidang akuakultur. Menurutnya, karakteristik sumber daya lokal di Aceh Barat memberikan peluang besar bagi pengembangan penelitian kolaboratif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “USM melihat banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan UTU. Interaksi langsung dengan pembudidaya lokal akan membantu peneliti memahami persoalan secara lebih komprehensif sehingga penelitian yang dikembangkan dapat lebih relevan, terutama dalam menjawab persoalan produktivitas dan rendahnya pertumbuhan ikan melalui pengembangan pakan fungsional,” jelas Dr. Noor Khalidah.
Program yang berlangsung hingga 10 September 2026 ini melibatkan sembilan akademisi dan peneliti USM, termasuk Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid, Senior Lecturer bidang Akuakultur, yang berkolaborasi langsung dengan dosen Program Studi Akuakultur FPIK UTU. Pada hari pertama, tim Prodi Akuakultur UTU dan USM melakukan diskusi awal untuk menunjang kelancaran agenda riset dan pengabdian yang akan dilaksanakan. Kolaborasi ini tidak hanya diwujudkan melalui diskusi, pertukaran pengetahuan akademik dan riset, tetapi juga melalui kegiatan lapangan untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan peluang pengembangan akuakultur berkelanjutan sesuai dengan kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat di kawasan Barat Selatan Aceh, khususnya para pembudidaya ikan lokal.
Melalui International Collaboration Programme 2026, Prodi Akuakultur UTU dan USM diharapkan dapat membangun pemahaman serta agenda bersama dalam pengembangan riset dan pengabdian akuakultur berbasis potensi dan kebutuhan lokal. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi dosen dan mahasiswa kedua institusi untuk memperluas wawasan akademik, berbagi pengalaman penelitian, serta membangun jejaring keilmuan internasional. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun kemitraan internasional yang tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dan jejaring kedua institusi, tetapi juga menghasilkan inovasi dan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pengembangan akuakultur berkelanjutan berbasis potensi lokal di kawasan Barat Selatan Aceh.
Laporan: Dini Islama | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa
