Meulaboh | Aceh Barat – Dalam rangka memperkuat literasi dan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian laut, Dosen Program Studi Sumber Daya Akuatik, Rika Astuti, S.Kel., M.Si., sukses melaksanakan kegiatan “Workshop Peningkatan Kapasitas Penulisan dan Pemantauan Pesisir Bagi Anak Nelayan Aceh”.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 16 dan 17 Juni 2026 ini mengambil lokasi di dua tempat strategis, yaitu Ruang Seminar ICAIOS USK (Darussalam) untuk sesi pembekalan materi, serta kawasan Pesisir Lhok Kuala Cangkoi (Ulee Lheue, Banda Aceh) untuk sesi praktik lapangan.
Program ini didanai oleh Hibah Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan RI (Tahun Anggaran 2025), yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Pendayagunaan Ruang Publik. Forum ini dikemas secara apik dengan mengusung tema besar “Kenduri Anak Nelayan: Forum Silaturahmi Anak Nelayan Aceh untuk Masa Depan Perikanan Aceh yang Berkeadilan dan Berkelanjutan”.
Forum ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus wadah edukasi bagi anak-anak nelayan di Aceh untuk saling bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas diri, serta mendiskusikan tantangan riil yang dihadapi oleh komunitas nelayan tradisional saat ini. Melalui pendekatan yang humanis dan berbasis adat lokal, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda pesisir yang melek regulasi, adaptif terhadap teknologi perikanan, namun tetap teguh menjaga kelestarian ekosistem laut.
Selama lokakarya, para anak nelayan dibekali dua keahlian esensial. Pertama, keterampilan penulisan kreatif dan ilmiah agar mereka mampu menyuarakan aspirasi serta mendokumentasikan kearifan lokal pesisir. Kedua, keterampilan teknis pemantauan kondisi lingkungan pesisir guna melatih kepekaan mereka terhadap perubahan ekologi laut di sekitar mereka.

Dalam suasana penuh keakraban di kawasan pesisir Banda Aceh, para peserta yang terdiri dari pemuda-pemudi anak nelayan bersama saling berdiskusi dengan optimisme tinggi. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ruang publik dapat didayagunakan secara produktif untuk membangun kesadaran kolektif demi tercapainya keadilan ekonomi dan ekologi bagi masyarakat nelayan Aceh di masa depan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan agen perubahan (agent of change) muda yang mandiri di wilayah pesisir Aceh, yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan hukum adat setempat demi mewujudkan perikanan yang lestari dan adil.
Laporan: Mira Mauliza | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

