PSDKP ACEH BEKERJASAMA DENGAN DINAS KELAUTAN PERIKANAN ACEH BARAT DAN PROGRAM STUDI SUMBER DAYA AKUATIK UTU LAKSANAKAN SURVEI DAN PENGECEKAN KEBERADAAN IKAN INVASIF DI TOKO IKAN HIAS ACEH BARAT

30 Jun 2026 | Berita, Prodi Sumberdaya Akuatik

Meulaboh | Aceh Barat, Program Studi Sumber Daya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar ikut berpartispasi dalam kegiatan survei dan pengecekan keberadaan ikan invasif pada sejumlah toko penjual ikan hias di wilayah Meulaboh dan sekitarnya yang dilaksanakan pada hari Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan yang di gagas oleh PSDKP Aceh bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ikan hias yang berpotensi menjadi spesies invasif apabila dilepas ke perairan umum serta meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem perairan.

Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Sumber Daya Akuatik, personal dari dinas dan personal dari PSDKP ini dilakukan melalui observasi langsung, pendataan jenis ikan yang diperdagangkan, serta wawancara dengan pemilik toko ikan hias. Tim juga memberikan edukasi mengenai dampak ekologis yang dapat ditimbulkan oleh spesies ikan invasif terhadap keberlangsungan sumber daya perairan lokal.

Ketua tim survei menjelaskan bahwa keberadaan ikan invasif perlu mendapat perhatian serius karena beberapa jenis ikan memiliki kemampuan adaptasi dan reproduksi yang tinggi sehingga dapat mengancam keberadaan spesies ikan asli apabila terlepas ke lingkungan perairan alami. Beberapa jenis ikan yang menjadi fokus pengamatan antara lain ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.), beberapa spesies predator lainnya yang termasuk kategori ikan berbahaya dan merugikan menurut regulasi pemerintah.

Selama kegiatan berlangsung, tim menemukan bahwa sebagian besar toko ikan hias telah memahami pentingnya pengelolaan ikan hias yang bertanggung jawab. Namun demikian, masih diperlukan peningkatan sosialisasi terkait larangan pelepasan ikan nonlokal ke perairan umum karena tindakan tersebut dapat menyebabkan gangguan terhadap keseimbangan ekosistem, persaingan dengan ikan lokal, hingga penurunan keanekaragaman hayati perairan.

Selain melakukan pendataan, tim juga membagikan materi edukasi mengenai identifikasi ikan invasif dan langkah-langkah pencegahan penyebarannya. Para pemilik toko menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap adanya pendampingan berkelanjutan dari perguruan tinggi maupun instansi terkait untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konservasi sumber daya perairan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Sumber Daya Akuatik Universitas Teuku Umar menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. Hasil survei akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi bagi pemangku kepentingan dalam pengawasan peredaran ikan invasif serta penguatan edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran seluruh pihak bahwa perdagangan ikan hias harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati perairan Indonesia.

Laporan: Nabil Zurba | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra