Salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi Sumber Daya Akuatik selain proses belajar mengajar adalah pemutakhiran riset agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi penelitian dengan berbagai mitra, termasuk peneliti dari luar negeri. Dalam mendukung tujuan tersebut, salah satu dosen Program Studi Sumber Daya Akuatik, Eka Lisdayanti, S.Kel., M.Si., mengikuti kegiatan International Workshop of Sustainable Silvofishery and Blue Carbon at Mangrove Forest in Indonesia yang dilaksanakan di Banda Aceh pada tanggal 24-25 April 2026. Kegiatan ini melibatkan peneliti dan akademisi dari berbagai institusi international dan nasional, diantaranya peneliti dari Korea Selatan seperti Kangwon National University dan Forest Environment & Geospatial Technology Research, serta perguruan tinggi di Indonesia seperti IPB University, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Syiah Kuala.

“Kegiatan kolaborasi riset dengan berbagai mitra, termasuk mitra internasional, merupakan kebutuhan penting untuk memperbarui penelitian dan menghasilkan rekomendasi ilmiah yang lebih baik. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin,” ujar Eka.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin penguatan jejaring kerja sama internasional sekaligus mendukung pengembangan penelitian mangrove dan blue carbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya pesisir berkelanjutan.
Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada workshop dan presentasi hasil riset yang disampaikan oleh para peneliti dari Korea Selatan dan Indonesia. Materi yang dipresentasikan meliputi pengelolaan mangrove berkelanjutan, potensi blue carbon, pemetaan hutan mangrove menggunakan citra satelit resolusi tinggi, pemanfaatan teknologi drone untuk monitoring lingkungan, hingga konsep green wellness dalam pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi ilmiah dan pertukaran pengetahuan antarpeneliti terkait pengelolaan ekosistem pesisir dan mangrove.
Sementara itu, pada hari kedua kegiatan difokuskan pada pengenalan Kawasan Mangrove Park Lampulo, Banda Aceh, serta kunjungan menuju lokasi penanaman mangrove. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai kondisi ekosistem mangrove, upaya rehabilitasi kawasan pesisir, serta peran masyarakat dan berbagai pihak dalam mendukung konservasi mangrove secara berkelanjutan. Eka Lisdayanti, S.Kel., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan kolaborasi internasional seperti ini sangat penting dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik dan peningkatan kualitas pendidikan.
Laporan: Eka Lisdayanti | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

