Hari Kedua di Titik Bencana: Tim “Mahasiswa Berdampak” FPIK UTU Gotong Royong Bersihkan Puing dan Survei Lokasi Pemulihan

08 Feb 2026 | Berita

Kampung Durian | Aceh Tamiang — Memasuki hari kedua pelaksanaan program pengabdian di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu (7/2/2026), tim “Mahasiswa Berdampak” Universitas Teuku Umar (UTU) langsung bergerak cepat. Tim yang berasal dari lingkup Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ini melakukan aksi pembersihan awal sekaligus survei taktis di lokasi yang akan menjadi pusat kegiatan pemulihan pasca-bencana.Kondisi area yang sebelumnya luluh lantak diterjang banjir bandang terpantau masih dipenuhi oleh sisa lumpur tebal, tumpukan kayu, dan berbagai material bangunan yang terbawa arus deras. Merespons situasi tersebut, delegasi mahasiswa yang dimotori oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuakultur di bawah pimpinan Danil, dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab langsung melebur bersama warga setempat.

Mereka bahu-membahu dan bergotong royong menyingkirkan puing-puing sisa bencana. Tujuannya adalah untuk memulihkan akses dan membersihkan lingkungan agar fasilitas desa dapat kembali layak digunakan, khususnya sebagai titik sentral pelaksanaan program kerja mahasiswa ke depannya.

Langkah taktis ini dipimpin langsung oleh Ketua Program, Mahendra, S.Pi., M.Si. (Dosen FPIK UTU), yang turut terjun ke titik penuh lumpur bersama tim dosen pendamping, yakni Citra Dina Febrina, S.Pi., M.Si. (Dosen FPIK UTU) dan Dr. Jekki Irawan, SP., MP. (Dosen Fakultas Pertanian UTU).

Mahendra, S.Pi., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan pembersihan ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan fondasi awal yang sangat krusial bagi keberhasilan program “Mahasiswa Berdampak”.

“Pembersihan bersama warga ini adalah bentuk observasi partisipatif. Dari proses survei lapangan dan interaksi langsung sambil bergotong royong, mahasiswa memperoleh gambaran yang nyata dan komprehensif mengenai permasalahan mendesak yang dihadapi warga. Pemetaan ini sangat penting agar program kerja yang kami eksekusi nantinya benar-benar presisi, tepat sasaran, dan memberikan solusi konkret bagi Kampung Durian,” tegas Mahendra.

Keterlibatan aktif mahasiswa UTU dalam gotong royong ini tidak hanya mempercepat proses pembersihan fisik lingkungan, tetapi juga berhasil membangun ikatan emosional dan membangkitkan kembali semangat moral warga yang sempat terpuruk akibat musibah banjir bandang.

Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra