Tempuh 500 KM Menuju Titik Bencana, Tim “Mahasiswa Berdampak” UTU Resmi Disambut Perangkat Desa Kampung Durian

07 Feb 2026 | Berita

Kampung Durian | Aceh Tamiang, 06 Februari 2026 — Setelah menempuh perjalanan darat sejauh kurang lebih 500 kilometer, Tim “Mahasiswa Berdampak” dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) akhirnya tiba di lokasi terdampak bencana banjir bandang di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tim relawan dan pengabdi yang terdiri dari gabungan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Prodi Akuakultur dan Ilmu Kelautan ini dipimpin langsung oleh Mahendra, S.Pi., M.Si. (Dosen FPIK UTU), didampingi tim dosen Citra Dina Febrina, S.Pi., M.Si. dan Dr. Jekki Irawan, SP., MP., serta Ketua HMJ Akuakultur, Danil. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Datok Penghulu (Kepala Desa) beserta jajaran perangkat desa setempat dalam sebuah prosesi serah terima yang berlangsung penuh haru.

Setibanya di lokasi, rasa lelah akibat perjalanan panjang seketika menyatu dengan keprihatinan mendalam. Tim mahasiswa menyaksikan langsung kondisi Kampung Durian yang porak-poranda pasca-diterjang banjir bandang. Bahkan, prosesi penyambutan dan serah terima mahasiswa harus dilakukan di Kantor Datok Penghulu yang kondisinya turut hancur dan mengalami kerusakan parah akibat bencana tersebut.

Meskipun dalam keterbatasan fasilitas dan situasi yang memprihatinkan, kehangatan perangkat desa dalam menerima delegasi UTU menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para mahasiswa.

Sebagai Ketua Tim, Mahendra, S.Pi., M.Si., menyampaikan rasa simpati yang mendalam sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam membantu proses pemulihan desa.

“Melihat langsung dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir bandang ini tentu menyayat hati kami. Namun, kehadiran tim ‘Mahasiswa Berdampak’ UTU di sini membawa satu tujuan utama: bahu-membahu bersama warga. Kami berharap tenaga, pikiran, dan program yang telah kami siapkan dapat sedikit meringankan beban warga terdampak dan membantu percepatan pemulihan Kampung Durian,” ungkap Mahendra.

Kehadiran mahasiswa dan dosen UTU di Aceh Tamiang ini merupakan bentuk respons cepat dan wujud nyata kepedulian sivitas akademika terhadap krisis kemanusiaan di wilayah Sumatera. Selama berada di lokasi, tim mahasiswa akan memfokuskan program kerja mereka pada penanganan pasca-bencana, rehabilitasi lingkungan, serta dukungan psikososial bagi warga yang terdampak, khususnya di sektor-sektor yang bersinggungan dengan ketahanan masyarakat pesisir dan perairan.

Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra