FPIK UTU KAJI POTENSI RUMPUT LAUT UNTUK INDUSTRI PERIKANAN KELAUTAN BERSAMA PAKAR

04 Mar 2026 | Berita

Meulaboh | Aceh Barat, 04 Maret 2026 — Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) terus menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan potensi sumber daya kelautan daerah. Menyadari bahwa komoditas rumput laut di Indonesia—khususnya di Provinsi Aceh—masih belum tergarap maksimal, FPIK UTU menggelar Kuliah Umum interaktif bertajuk pengkajian industri perikanan dan kelautan bersama pakar nasional. Acara yang berlangsung di Aula Sultan Iskandar Muda ini menyoroti berbagai tantangan hulu ke hilir dalam pengelolaan rumput laut. Diskusi mendalam mencakup teknik penyebaran bibit yang efektif, standar pemeliharaan, penanganan pasca-panen, hingga strategi pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan peluang ekspor.

Untuk menjawab tantangan tersebut, FPIK UTU menghadirkan Prof. Dr. Ir. Nurjanah, MS., Guru Besar Program Studi Teknologi Hasil Perairan IPB University, sebagai pembicara utama. Di hadapan jajaran pimpinan FPIK, dosen, dan ratusan mahasiswa yang hadir, Prof. Nurjanah membedah tuntas potensi rumput laut sebagai “emas hijau” dari laut Nusantara. Dalam sesi yang dimoderatori oleh M. Gazali, Ph.D. tersebut, Prof. Nurjanah tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga membagikan pengalaman empirisnya selama tergabung dalam asosiasi pengolahan produk perairan. Beliau menekankan pentingnya perlakuan khusus (special treatment) dalam mengelola hasil perairan yang memiliki karakteristik biologis dan kimiawi yang sangat berbeda dibandingkan dengan produk agraris darat.

“Pengolahan hasil perairan membutuhkan tingkat presisi dan inovasi teknologi yang spesifik agar nilai gizi dan kualitas produk akhir tetap terjaga, sekaligus memiliki nilai tambah di pasar industri,” jelas Prof. Nurjanah.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi pada sesi tanya jawab. Mahasiswa dan dosen secara aktif menggali informasi terkait teknologi terapan dan manajemen komoditas rumput laut. Sebagai bentuk apresiasi, Prof. Nurjanah membagikan suvenir eksklusif berupa produk olahan rumput laut yang merupakan hasil langsung dari hilirisasi riset yang ia kembangkan.

Menutup acara tersebut, Wakil Dekan FPIK UTU, Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si., memberikan pernyataan yang memotivasi para civitas akademika untuk segera mengambil peran aktif.  “Saya sependapat dengan Prof. Nurjanah bahwa potensi rumput laut dapat dioptimalkan dengan lebih baik lagi jika dikelola oleh tangan-tangan terampil. Siapakah mereka? Tentu saja kita; saya dan adik-adik mahasiswa yang hadir pada hari ini,” tegas Dr. Rizal.

Ia juga menambahkan dorongan konkret bagi mahasiswa untuk berinovasi. “Mari kita terus mempelajari potensi sumber daya di daerah kita melalui langkah-langkah nyata, seperti kolaborasi penelitian bersama dosen, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), dan program wirausaha. Gunakan ilmu dan inovasi yang kita miliki untuk mendongkrak perekonomian dan potensi daerah,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, FPIK UTU berharap dapat melahirkan generasi maritim yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak industri perikanan dan kelautan di Aceh dan Indonesia.

Laporan: Nabil Zurba | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra