Aceh Besar, 01 Januari 2026| FPIK-UTU dan Komunitas Konservasi Penyu Lampuuk, mengajak masyarakat dan komunitas pencinta lingkungan laut yang ada di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh untuk melakukan pelepasanTukik atau anak penyu di lokasi wisata pantai Babah dua Lampuuk, Aceh Besar.
Awalnya peserta diberi pengarahan tata cara melakukan pelepasan anak penyu ini agar bisa bertahan hidup saat dilepasliarkan ke habitatnya dilaut. Selanjutnya mereka juga diberi edukasi pentingnya menyelamatkan satwa langka dan hampir punah ini dari perburuan manusia, karena telur penyu sering dijual dan dikonsumsi. Berdasarkan pantauan dari Relawan Konservasi Penyu, ada tiga jenis penyu yang biasanya ditemui di sepanjang bibir pantai Lampuuk Aceh Besar, yaitu penyu lekang, Belimbing dan Sisik. Namun yang paling sering dijumpai adalah penyu Lekang dan Belimbing.
Biasanya dalam setahun penyu ini mampu bertelur selama tiga kali, masing-masingnya berjumlah 70 hingga 120 butir. Telur tukik ini biasanya dijumpai oleh relawan pada saat musim timur di penghujung tahun (Oktober sampai Februari), kemudian membutuhkan satu atau dua bulan untuk menetas.
Memasuki musim peneluran tahun 2025 sebanyak 4 sarang penyu jenis Lekang sudah ditemukan di bulan Oktober, dab baru menetas dibulan Desember ini. Adapun yang berhasil dilepaskan adalah sebanyak 80 ekor pada pelepasan pertama tanggal 12 Desember 2025, kemudian pelepasan ke 2 pada tangal 30 Desember sebanyak 70 ekor tukik, dan pelepasan ke 3 pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 80 ekor tukik. Sedangkan tiga sangkar lagi belum menetas. Hal ini menambah daftar jumlah tukik yang dilepaskan dari wilayah Pantai Babah Dua Lampuuk sepanjang tahun 2025.
Upaya Konservasi penyelamatan tukik ini sudah dijalani para relawan sejak 2011 lalu hingga sekarang. Mereka mendedikasikan diri untuk menjaga kelestarian telur penyu agar satwa yang dilindungi ini dapat terus berkembang biak dan menjaga mereka dari kepunahan.
Kegiatan ini menjadi kolaborasi yang sangat baik dalam mendukung pelestarian dan perlindungan ekosistem laut di Aceh Besar. Pelepasan tukik yang dilakukan selama tiga hari ini memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan populasi penyu yang terancam punah.
Sebagaimana diketahui, tukik merupakan anakan penyu yang merupakan satwa dilindungi, baik di Indonesia maupun internasional. Perlindungan tukik memegang peranan penting mempertimbangkan Tingkat kelangsungan hidup yang rendah. Lebih lanjut, tukik yang sudah dewasa dan menjadi penyu, memiliki peranan vital sebagai penjaga ekosistem laut. Kendati demikian, banyak factor yang mengancam populasi penyu, seperti: pencurian telur, kerusakan habitat pantai, polusi plastik, serta tangkapan tidak sengaja saat menggunakan alat tangkap ikan. Kami terus meningkatkan kesadaran dan kepedulian Masyarakat akan pentingnya konservasi penyu untuk kelestarian ekosistem laut yang berkelanjutan.




Laporan: Rika Astuti | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Rika Astuti

