Perairan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat | Semangat bahari membara di perairan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, ketika puluhan mahasiswa Jurusan Perikanan, Fakultas Prikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Teuku Umar (UTU) melaksanakan kegiatan Praktikum Metode Penangkapan Ikan pada hari Sabtu, 15 November 2025. Praktikum yang dimulai sejak pukul 07.45 WIB ini menjadi momen penting bagi para calon sarjana perikanan untuk memadukan teori di ruang kelas dengan praktik langsung di medan laut, sekaligus mempelajari teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Metode Penangkapan Ikan, yang bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang berbagai jenis alat tangkap, teknik pengoperasiannya, serta aspek konservasi.
Dosen pengampu mata kuliah turut berhadir langsung untuk membimbing dan mengawasi praktikum yaitu, Bapak Hafinuddin, S.Pi., M.Sc., dan Bapak Muhammad Agam Thahir, S.Pi., M.Si. Kehadiran kedua akademisi ini memastikan setiap tahapan praktikum berjalan sesuai standar ilmiah dan keselamatan yang semestinya. Serta turut juga dihadiri tim asisten praktikum yang berpengalaman antara lain: Jaliadi, S.Pi., M.Si., Abdul Karim, S.Pi., Iyan Almisbah, S.Pi., Amsah Romadon Telaumbanua, Said Muhammad Ramadhan, dan Fauzia Lovita. Para asisten ini bertindak sebagai mentor lapangan yang mendampingi praktikan dalam setiap proses teknis, mulai dari persiapan alat hingga analisis hasil tangkapan.
Yang istimewa, praktikum kali ini sepenuhnya memanfaatkan armada penangkapan ikan milik nelayan di Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Kolaborasi dengan nelayan setempat tidak hanya mempermudah logistik, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan mengenai kearifan lokal nelayan Aceh Barat dalam berinteraksi dengan laut.
Dalam praktikum kali ini, mahasiswa memfokuskan studi pada tiga jenis alat tangkap yang umum digunakan dan relevan untuk perikanan pesisir Aceh, yaitu Bubu Kubah (Trap), Jaring Dasar (Bottom Gillnet) dan Pancing Ulur (Handline). Seluruh praktikan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil, di mana setiap kelompok berkesempatan untuk mengoperasikan ketiga jenis alat tangkap secara bergantian. Mereka secara langsung terlibat dalam proses penurunan (setting), perendaman (Immersing), dan pengangkatan (hauling) alat tangkap.
Dosen Muhammad Agam Thahir, S.Pi., M.Si., menyampaikan, “Praktikum di lapangan seperti ini adalah laboratorium sesungguhnya bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar mengoperasikan alat, tetapi juga memahami dinamika perairan, faktor oseanografi yang mempengaruhi hasil tangkapan, dan yang terpenting, bagaimana menerapkan praktik perikanan yang bertanggung jawab.”
Sementara itu, Bapak Hafinuddin, S.Pi., M.Sc., menambahkan bahwa pemilihan alat tangkap tradisional seperti bubu dan pancing ulur adalah untuk menanamkan nilai konservasi. “Kami ingin mahasiswa menguasai metode yang selektif dan tidak merusak ekosistem laut, dengan kekayaan sumber daya perikanannya, terjun lansung ke lapangan adalah lokasi belajar yang sempurna untuk hal ini,” ujarnya.
Setelah berhasil mengangkat hasil tangkapan, para praktikan melakukan tahap krusial, yaitu analisis hasil tangkapan. Mereka mencatat jenis, jumlah, ukuran panjang dan bobot. Data tersebut akan dijadikan sebagai laporan dari praktikum yang dilaksanakan.
Salah seorang asisten praktikum, Jaliadi, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya akurasi data. “Setiap data yang dicatat, mulai dari penentuan lokasi hingga komposisi hasil tangkapan yang tertangkap, akan menjadi fondasi bagi riset mereka ke depan. Ini adalah langkah awal untuk menghasilkan rekomendasi pengelolaan perikanan yang berbasis data ilmiah.”
Praktikum berjalan lancar hingga sore hari, ditutup dengan kegiatan bersih-bersih armada dan pesisir pantai sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data ilmiah, tetapi juga mengukuhkan ikatan antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat nelayan di Aceh Barat, menegaskan komitmen Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuu Umar dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan berwawasan konservasi.
Laporan: Hafinuddin | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa
