Manfaatkan Bycatch, BEM FPIK Latih KUB Istri Nelayan Melalui Diversifikasi Produk

03 Nov 2025 | Berita

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (BEM FPIK) melaksanakan kegiatan pemberdayaan ekonomi bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Istri Nelayan dengan tema “Workhsop Pengolahan Produk dari Bahan Baku Ikan Hasil Tangkapan Sampingan (bycatch) KUB Nelayan Mandiri untuk KUB Istri Nelayan Desa Mereubo. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 02 November 2025 di Balai Pertemuan Desa Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Peserta yang terlibat langsung pada kegiatan tersebut yaitu kelompok masyarakata dari KUB Istri Nelayan produktif ekonomi dengan memanfaatkan hasil tangkapan dari suaminya (Nelayan) untuk dijadikan produk ikan asin. Oleh karena itu tim dari Akademisi yang dihadiri oleh pakar pengolahan Universitas Teuku Umar yaitu Bapak Ikhsanul Khairi, S.Pi., M.SI, Ibu Nabila Ukhty, S.Pi., M.Si, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta didampingi oleh Ketua Pelaksana Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si, Anggota Pelaksana 1 Afdhal Fuadi, S.Pi., M.Si, Anggota Pelaksana 2 Rusdi, M.Si.

Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan hasil tangkapan sampingan atau bycatch yang selama ini memiliki nilai jual yang sangat rendah dan bahkan ada beberapa jenis bycatch yang dibuang kembali ke laut oleh nelayan diolah oleh Akademisi UTU menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Salah satu hasil tangkapan non-ekonomis yang dipilih untuk dijadikan produk olahan yaitu ikan gabus laut yang sering tertangkap oleh KUB Nelayan Mandiri dan biasanya dijual dengan harga 1 ember Rp. 100.000 atau Rp 10.0000-15.000/Kg di pasar.

Dalam kesempatan tersebut ketua pelaksana program Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM (PMB) hari ini kita diberikan kesempatan lagi untuk bersilahturahmi dengan KUB Istri Nelayan dengan agenda pelatihan diversifikasi produk olahan dari hasil tangkapan sampingan (bycatch) atau non ekonomis menjadi beberapa produk yang memiliki nilai ekonomi. Sehingga dari hasil pelatihan ini Ibu-ibu istri nelayan dapat membuat sendiri produk untuk skala rumahan maupun dijual belikan. Salah satu produk yang kita hasilkan hari ini adalah bakso ikan, kaki naga, dan nuget yang bahan baku utamanya dari hasil tangkapan suami (nelayan) KUB Istri Nelayan yaitu ikan gabus laut” Ujar Dr. Muhammad Rizal, S.Pi., M.Si.

Ketua BEM FPIK Muhammad Fikran menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat pesisir meningkatkan pendapatan melalui inovasi produk hasil tangkapan dari laut. Ia menambahkan bahwa potensi bycatch sering kali terbuang percuma, padahal memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan baik dan dipasarkan pada skala rumahan maupun skala UMKM” Ujar nya.

Kegiatan Workshop diversifikasi produk ini dilakukan dengan 2 tahap mulai dari pengampainan materi dan praktek langsung dalam pembuatan produk yang didampingi oleh tenaga ahli akademisi Jurusan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar. Dalam materi tersebut disampaikan beberapa bahan baku yang digunakan untuk pembuatan produk mulai dari bahan baku utama ikan gabus dan beberapa campuran mulai dari tepung tapioka, minyak nabati, telur. gula, garam, kaldu, lada, dan lain-lain. Manfaat dari pembuatan produk sendiri yaitu tidak adanya penambahan bahan yang tidak sehat seperti penyedap, ataupun pengawet, sehigga produk yang ibu-ibu hasilkan sendiri memiliki kandungan yang sehat dan yang pasti aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak maupun keluarga KUB Istri Nelayan” Ujar Ikhsanul Khairi, S.Pi, M.Si, dan Nabila Ukhty, S.Pi, M.Si.

Pelatihan meliputi praktik langsung pembuatan aneka produk olahan seperti Bakso, Kaki Naga, dan Nugget. Selain pelatihan teknis, kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kualitas bahan baku dan kebersihan dalam proses produksi. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk hasil olahan masyarakat pesisir Ujarnya Muhammad Fikran.

Menurut salah satu peserta, kegiatan yang digagas mahasiswa dan tim Akademisi ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan baru yang dapat membantu ekonomi keluarga. Ia berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara rutin agar kemampuan para istri nelayan semakin meningkat.

BEM FPIK berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, masyarakat, dalam meningkatkan kesejahteraan pesisir terutama KUB Istri Nelayan. Dengan pemanfaatan bycatch secara optimal, sumber daya laut tidak hanya menjadi konsumsi, tetapi juga sumber ekonomi berkelanjutan.

Program pengabdian ini merupakan program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2025 dengan skema Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM, yang dalam hal ini adalah BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan sebagai penggerak utama untuk melaksanakan program tersebut.

Laporan: Afdhal Fuadi | Editor : Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra