Mahasiswa Akuakultur FPIK UTU Sabet Juara 1 Kategori StartUp Business di UTU Award Internasional 2026

24 Sep 2026 | Berita, Mahasiswa, Prestasi Mahasiswa, Prodi Akuakultur

Meulaboh | Universitas Teuku Umar – Prestasi membanggakan kembali diukir di kancah internasional oleh sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU). Tim mahasiswa dari Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), sukses menyabet Juara 1 pada kategori StartUp Business dalam ajang bergengsi UTU Award Internasional 2026 yang diumumkan pada Rabu malam (23/9/2026).

Kemenangan prestisius tersebut diraih melalui karya inovatif bertajuk “Fisharia: Hilirisasi Perikanan melalui Inovasi Abon Nila Cita Rasa Rempah Aceh guna Meningkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan Pembudidaya Lokal”. Inovasi gagasan bisnis ini dicetuskan oleh tim mahasiswa yang diketuai oleh Ikhzal Sapril Kadri, beranggotakan Naila Nuzulul dan Siti Aminah.

Di bawah arahan dosen pembimbing, Zulfadhli, S.Pi., M.Sc., tim ini berhasil merancang strategi bisnis berbasis produk olahan hasil budidaya yang secara cerdas mengombinasikan potensi ikan nila dengan kekayaan komoditas rempah khas Aceh.

Fisharia hadir sebagai startup hilirisasi perikanan yang mengolah ikan nila segar menjadi produk abon kaya gizi dengan sentuhan rasa yang autentik. Startup ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan nyata di sektor hulu perikanan, di mana kelimpahan hasil panen budidaya ikan nila sering kali tidak sejalan dengan nilai tambah dan posisi pasar pembudidaya yang masih belum optimal.

Ketua Tim, Ikhzal Sapril Kadri, menyampaikan bahwa Fisharia diciptakan bukan sekadar sebagai produk kuliner semata, melainkan sebagai solusi ekonomi yang berkelanjutan. “Kami hadir untuk menjawab tantangan di sektor hulu perikanan. Ketika hasil budidaya melimpah, nilai tambah dan posisi pasar pembudidaya sering kali belum optimal. Melalui Fisharia, kami mengolah ikan nila segar dengan paduan rempah Aceh untuk memberikan nilai jual yang jauh lebih tinggi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya,” papar Ikhzal.

Dosen pembimbing tim, Zulfadhli, S.Pi., M.Sc., turut mengapresiasi tinggi dedikasi serta kerja keras para mahasiswa bimbingannya. Ia menilai ide hilirisasi yang diusung oleh tim Akuakultur ini tidak hanya unggul secara konsep dan visibilitas bisnis, tetapi juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang kuat bagi pemberdayaan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan lokal.

Menanggapi pencapaian gemilang ini, Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., Maitrise., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tertingginya. Beliau menegaskan bahwa kemenangan ini adalah manifestasi dari visi besar fakultas dalam mendorong hilirisasi riset dan inovasi mahasiswa.

“Prestasi yang diraih mahasiswa Akuakultur di ajang UTU Award Internasional 2026 ini membuktikan bahwa FPIK UTU terus konsisten melahirkan inovator muda yang peka terhadap potensi lokal. Fisharia adalah wujud konkret dari semangat akselerasi komersialisasi inovasi. Kami sangat bangga dan akan terus mendukung agar gagasan bisnis yang luar biasa ini tidak hanya berhenti di panggung kompetisi, namun benar-benar terealisasi menjadi industri yang memberi dampak kesejahteraan secara nyata bagi pembudidaya lokal dan masyarakat luas,” tegas Prof. Ismail Sulaiman.

Penyelenggaraan UTU Award Internasional 2026 merupakan ajang tahunan bergengsi yang menjadi episentrum lahirnya inovasi, gagasan bisnis, dan riset ilmiah unggulan dari berbagai perguruan tinggi. Keberhasilan Tim Akuakultur FPIK UTU merengkuh podium tertinggi diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh untuk merealisasikan pengembangan produk Fisharia secara komersial dan berkelanjutan di pasar nasional.

Laporan: Zulfadhli | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra