Meulaboh – Sebagai tindak lanjut dari kemitraan akademik yang telah dirintis sejak awal tahun 2026 lalu, Program Studi S1 Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) kembali mempererat jejaring internasionalnya melalui sebuah penelitian kolaboratif yang komprehensif. Program ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga Desember 2026. Kali ini, Prodi Perikanan menggandeng School of Biological Sciences (SBS) Universiti Sains Malaysia (USM) dengan menghadirkan dua pakar biologi terkemuka, yakni Dr. Zarul Hazrin Hashim dan Dr. Norhafiz Hanafi. Sinergi lintas negara ini dirancang untuk membedah dan memecahkan berbagai persoalan nyata di dunia perikanan, membentang dari perairan pesisir Aceh Barat hingga Penang, Malaysia.
Dalam pelaksanaannya, kolaborasi riset ini dirajut menjadi sebuah cerita yang saling berkesinambungan melalui empat fokus kajian utama. Dari sisi eksplorasi hulu, Hafinuddin, M.Sc., memimpin kajian mengenai analisis komparasi penangkapan ikan gulama di Aceh Barat dan Penang, membandingkan dinamika perikanan di kedua wilayah. Ikan gelama yang menjadi sorotan tersebut kemudian dikaji lebih lanjut potensinya di sektor hilir oleh Sri Ayu Insani, M.Si., melalui riset profiling dan karakterisasi dagingnya sebagai bahan baku surimi yang bernilai jual tinggi. Tentu saja, kualitas dan kelayakan konsumsi hasil laut tidak luput dari perhatian; Nabila Ukhty, M.Si., memimpin tim untuk turun langsung ke seluruh pelabuhan di Aceh Barat guna melakukan asesmen terkait pemahaman keamanan pangan dan tingkat kontaminasi bakteri pada pelaku perikanan. Rangkaian riset hulu ke hilir ini pun disempurnakan dengan tinjauan ekonomi kelautan oleh Rahmawati, M.Si., yang menelisik tata niaga, market power, hingga risiko pasar yang selama ini membayangi kesejahteraan para nelayan ikan karang.
Menariknya, denyut kolaborasi ini dirasakan oleh seluruh elemen akademik. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan seluruh jajaran dosen di lingkungan Prodi Perikanan, tetapi juga menggandeng enam mahasiswa tingkat akhir. Keterlibatan mahasiswa ini didesain agar mereka dapat mengintegrasikan pengalaman riset berskala internasional ini langsung ke dalam pengerjaan skripsi mereka. Nantinya, seluruh temuan berharga dari keempat riset strategis tersebut tidak akan berhenti di perpustakaan kampus saja, melainkan ditargetkan untuk menembus kancah global melalui publikasi bersama di berbagai jurnal bereputasi internasional.
Bagi Koordinator Prodi S1 Perikanan, langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata dedikasi institusi. Program ini tidak sekadar memperluas jejaring, melainkan menjadi motor penggerak prodi dalam mewujudkan Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 6 terkait persentase publikasi bereputasi internasional, serta IKU 7 mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam merespons isu global. Lebih jauh lagi, harmoni riset antara UTU dan USM ini menjadi bakti nyata sivitas akademika dalam mengawal Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam misi pengentasan kemiskinan (no poverty), mengakhiri kelaparan (zero hunger), dan menjaga kelestarian ekosistem perairan (life below water).
Laporan: Ikhsanul Khairi | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

