Meulaboh | Aceh Barat – Dalam upaya merespons krisis pencemaran laut global dan memperkuat pelestarian ekosistem pesisir, Universitas Teuku Umar (UTU) resmi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berskala internasional bertajuk International Collaboration Programme: Community Service – Beach Clean-Up pada Hari Minggu, 6 September 2026.
Kegiatan aksi lingkungan berkelanjutan ini diinisiasi oleh Program Studi Sumber Daya Akuatik dan didukung penuh oleh seluruh program studi di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar. Mengusung kampanye utama “Peduli Lingkungan, Peduli Masa Depan”, aksi kolektif ini menegaskan komitmen sivitas akademika dalam menjaga kelestarian sumber daya pesisir dan perairan Indonesia dari bahaya limbah anorganik. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemaparan ilmiah dan edukasi publik bertema “Dampak Sampah Plastik di Perairan”. Dalam sesi ini, para pakar dan akademisi menyampaikan materi mendalam mengenai ancaman serius sampah plastik terhadap keanekaragaman hayati laut.
Pemaparan tersebut menyoroti bahaya degradasi plastik menjadi mikroplastik yang melukai biota laut, merusak terumbu karang, hingga berpotensi masuk ke dalam rantai makanan manusia (biomagnifikasi). Edukasi ini bertujuan untuk membuka kesadaran kolektif peserta lokal bahwa pencegahan pencemaran laut harus dimulai dari perubahan perilaku serta pengelolaan sampah dari darat. Usai pembekalan edukatif, seluruh peserta yang terdiri dari akademisi, mahasiswa, mitra kolaborasi internasional, serta dosen prodi Sumber Daya Akuatik bergerak menuju kawasan Pesisir Pantai Lhok Bubon, Aceh Barat. Secara bergotong royong, peserta melakukan pembersihan (clean-up) dengan menyisir garis pantai untuk memungut berbagai jenis sampah plastik dan limbah anorganik lainnya.
Guna memastikan pengelolaan sampah yang tepat dan tidak sekadar memindahkan masalah, sampah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sampah-sampah tersebut dikumpulkan di titik pengolahan terpadu untuk dilakukan pemilahan (sorting) secara teliti berdasarkan jenis material plastiknya. Sebagai langkah nyata dalam mendukung prinsip sirkularitas dan keberlanjutan, sampah plastik yang telah dipilah selanjutnya diserahterimakan kepada Gerakan Peduli Lingkungan. Komunitas ini akan mengolah dan mendaur ulang (recycle) limbah plastik tersebut menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomis.
Langkah terintegrasi dari pembersihan, pemilahan, hingga daur ulang ini menunjukkan bahwa aksi lingkungan tidak berhenti pada pembersihan semata, tetapi juga memberikan solusi jangka panjang yang berdampak positif pada ekosistem dan perekonomian lokal. Melalui International Collaboration Programme ini, Universitas Teuku Umar terus membuktikan perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) berbasis maritim yang berdedikasi menciptakan dampak nyata bagi kelestarian lingkungan pesisir, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
