Tingkatkan Kepedulian Lingkungan Perairan dan Akademis, Dr. Azma Gelar Aksi CSR Kualitas Air dan International Guest Lecture di Meulaboh

08 Sep 2026 | Berita, Prodi Sumberdaya Akuatik, SDGs

Meulaboh | Aceh Barat — Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap kelestarian ekosistem perairan dan kemajuan pendidikan tinggi di bidang kelautan dan perikanan, Dr. Azma menggelar serangkaian kegiatan kepedulian lingkungan (CSR) serta International Guest Lecture yang berlangsung di Meulaboh, Selasa (8/9/2026).

Rangkaian kegiatan ini menyasar dua segmen penting pendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu masyarakat pesisir di Desa Ujong Drien dan sivitas akademika Program Studi Sumber Daya Akuatik.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk kepedulian kualitas air, Dr. Azma turun langsung menyapa dan berdiskusi bersama warga masyarakat pesisir di Ujong Drien. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran kolektif masyarakat lokal akan pentingnya menjaga kebersihan ekosistem sungai, muara, dan laut.

Dalam sesi edukasi yang interaktif tersebut, Dr. Azma memaparkan pentingnya memahami parameter kualitas air, mengenali tanda-tanda awal perubahan atau penurunan mutu air, serta dampak langsung kondisi air terhadap keberlangsungan hidup biota perairan seperti ikan, udang, dan plankton. Lebih lanjut, dibahas pula bagaimana kualitas perairan yang terjaga berbanding lurus dengan kesejahteraan dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat lokal yang bergantung pada sektor perikanan.

Masyarakat juga diajak untuk mengenali berbagai sumber pencemaran air, khususnya yang berasal dari limbah aktivitas manusia di daratan. Sebagai penutup sesi CSR, Dr. Azma merumuskan dan menyepakati langkah-langkah konkret serta tindakan sederhana yang dapat dilakukan bersama oleh warga sehari-hari demi menjaga kebersihan sungai dan laut sekitar.

“Menjaga ekosistem perairan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kesadaran masyarakat untuk memahami tanda-tanda perubahan air serta mengurangi potensi pencemaran dari aktivitas rumah tangga adalah fondasi utama dalam menjaga kelestarian laut dan sungai kita,” ujar Dr. Azma di sela-sela kegiatan di Ujong Drien.

Melanjutkan agenda di Meulaboh, Dr. Azma hadir di ruang kelas Program Studi Sumber Daya Akuatik untuk membawakan materi dalam ajang International Guest Lecture. Sesi perkuliahan tamu ini diikuti dengan antusias oleh para mahasiswa serta jajaran dosen pengajar.

Mengangkat topik bertajuk “Plankton: The Invisible Backbone”, Dr. Azma mengulas secara mendalam peran vital organisme mikroskopis (plankton) sebagai tulang punggung kehidupan yang tak kasat mata di dalam ekosistem perairan. Materi yang dibawakan membuka wawasan baru mengenai bagaimana plankton memegang peranan kunci dalam rantai makanan, penyerapan karbon, hingga penentu produktivitas primer perairan.

Penyampaian materi yang komprehensif ini memicu antusiasme luar biasa dari para mahasiswa. Diskusi berlangsung sangat interaktif, di mana mahasiswa secara aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi kritis mengenai keberadaan, dinamika populasi, hingga dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan plankton di perairan lokal maupun global.

Ketua Program Studi Sumber Daya Akuatik menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi Dr. Azma dalam memperluas wawasan akademis mahasiswa. Harapannya, sinergi antara edukasi masyarakat dan penguatan akademis ini dapat terus berlanjut demi mencetak generasi muda yang peduli dan ahli di bidang pengelolaan sumber daya akuatik.

Laporan: Mira Mauliza Rahmi | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra