International Guest Lecture Prodi Akuakultur FPIK UTU Bahas Dampak Perubahan Iklim terhadap Praktik Manajemen Akuakultur

08 Sep 2026 | Berita, Prodi Akuakultur, SDGs

Meulaboh | Aceh Barat , Senin 07 September 2026 — Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Teuku Umar (UTU) memperkuat internasionalisasi pembelajaran melalui kegiatan International Guest Lecture dengan tema “The Effect of Climate Change to Aquaculture Management Practices”. Kegiatan ini menghadirkan perspektif akademik internasional dari Universiti Sains Malaysia (USM) dan membahas tantangan perubahan iklim terhadap pengelolaan akuakultur.

Dalam pemaparannya, Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid, Senior Lecturer USM, menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan kegiatan akuakultur. Perubahan kondisi lingkungan, termasuk suhu, kualitas air, pola curah hujan, serta kejadian cuaca ekstrem dapat memengaruhi kondisi pemeliharaan, kesehatan organisme akuatik, produktivitas, dan efisiensi kegiatan budidaya. Dr. Noor Khalidah menekankan bahwa pengelolaan akuakultur perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih adaptif dan bertanggung jawab. Menurutnya, pembudidaya perlu memahami perubahan kondisi lingkungan dan melakukan penyesuaian terhadap praktik manajemen budidaya agar produktivitas tetap dapat dipertahankan tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.

Konsep Responsible Aquaculture yang disampaikan juga menempatkan keberlanjutan sebagai bagian penting dalam pengelolaan budidaya. Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup efisiensi penggunaan sumber daya, pengelolaan lingkungan, kesehatan dan kesejahteraan organisme yang dibudidayakan, serta kemampuan sistem budidaya dalam menghadapi perubahan kondisi lingkungan. Materi yang disampaikan memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa perubahan iklim perlu dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan manajemen akuakultur. Mahasiswa didorong untuk memahami pentingnya pemantauan kondisi lingkungan, identifikasi risiko, serta penerapan strategi adaptasi yang sesuai dengan karakteristik sistem dan lokasi budidaya.

Ketua Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Fazril Saputra, S.Kel., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh wawasan langsung mengenai pengelolaan akuakultur dalam perspektif internasional.

“Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami bagaimana isu perubahan iklim direspons dalam praktik pengelolaan akuakultur pada konteks internasional. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis budidaya, tetapi juga mampu melihat akuakultur sebagai sistem yang harus dikelola secara bertanggung jawab, adaptif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Fazril, kehadiran akademisi dari USM juga menjadi bagian penting dalam memperluas international exposure bagi mahasiswa. Interaksi langsung dengan akademisi internasional memungkinkan mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan ilmu akuakultur, sekaligus memperkenalkan berbagai isu global yang relevan dengan pengembangan akuakultur di Indonesia.

Kegiatan International Guest Lecture ini sekaligus mendukung upaya Program Studi Akuakultur FPIK UTU dalam mengintegrasikan isu global ke dalam proses pembelajaran. Perubahan iklim, keberlanjutan, dan pengelolaan akuakultur yang bertanggung jawab dinilai menjadi kompetensi penting yang perlu dipahami mahasiswa sebagai calon profesional dan akademisi di bidang akuakultur. Melalui kegiatan ini, Prodi Akuakultur FPIK UTU terus mendorong pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan global serta memperkuat kompetensi mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan pengembangan akuakultur yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.

Laporan: Dini Islama | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra