USM-UTU Perkuat Kolaborasi Riset Internasional untuk Mendorong Pengembangan Laboratorium dan Hatchery Akuakultur FPIK UTU

05 Sep 2026 | Berita, Prodi Akuakultur, SDGs

Meulaboh – UTU | Universitas Teuku Umar (UTU) dan Universiti Sains Malaysia (USM) memperkuat kolaborasi riset internasional melalui kunjungan ke fasilitas laboratorium dan hatchery Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU, pada 4 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari International Collaboration Programme USM–UTU 2026 dan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas fasilitas pendukung penelitian dan pengembangan akuakultur.

Kunjungan tersebut diikuti oleh akademisi Program Studi Akuakultur FPIK UTU bersama tim akademisi USM. Dalam kegiatan ini, tim USM meninjau secara langsung kondisi dan pemanfaatan fasilitas laboratorium serta hatchery yang tersedia di FPIK UTU. Peninjauan tersebut dilanjutkan dengan diskusi mengenai fungsi fasilitas, kebutuhan pengembangan, serta peluang optimalisasi sarana untuk mendukung kegiatan penelitian dan pembelajaran. Selain peninjauan fasilitas, kegiatan juga menghasilkan sejumlah masukan dan rekomendasi dari Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid, Senior Lecturer bidang Akuakultur dari USM, terkait pengembangan laboratorium dan hatchery. Rekomendasi tersebut diarahkan pada peningkatan pemanfaatan fasilitas, penataan sarana pendukung, serta penguatan kesiapan fasilitas untuk menunjang kegiatan penelitian akuakultur secara lebih optimal.

Dr. Noor Khalidah Abdul Hamid menyampaikan bahwa fasilitas penelitian merupakan salah satu komponen penting dalam membangun ekosistem riset yang kuat. Menurutnya, pengembangan fasilitas perlu diselaraskan dengan arah penelitian dan kebutuhan akademik agar dapat dimanfaatkan secara efektif. “Laboratorium dan hatchery memiliki peran penting dalam mendukung penelitian dan pengembangan akuakultur. Dari kunjungan ini, kami melihat adanya potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Beberapa masukan yang kami sampaikan diharapkan dapat menjadi pertimbangan untuk mengoptimalkan fasilitas sehingga mampu mendukung penelitian, pembelajaran, dan kolaborasi internasional secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua Program Studi Akuakultur FPIK UTU, Fazril Saputra, S.Kel., M.Si., menyampaikan bahwa rekomendasi dari USM menjadi masukan penting bagi program studi dalam melakukan evaluasi dan pengembangan fasilitas.

“Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi kami untuk memperoleh perspektif dari mitra internasional mengenai pengembangan fasilitas laboratorium dan hatchery. Rekomendasi yang diberikan menjadi masukan yang sangat berharga untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas dan mempersiapkannya agar semakin mendukung kegiatan penelitian serta kolaborasi riset UTU dan USM,” ujarnya.

Menurut Fazril, penguatan fasilitas penelitian juga penting untuk mendukung peningkatan kapasitas mahasiswa dan dosen dalam melaksanakan penelitian berbasis kebutuhan. Dengan fasilitas yang semakin optimal, kegiatan penelitian diharapkan dapat dikembangkan secara lebih terarah dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengembangan akuakultur.

Hasil kunjungan dan rekomendasi yang diperoleh selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi bagi FPIK UTU dalam menyusun arah pengembangan laboratorium dan hatchery. Pada saat yang sama, kegiatan ini memperkuat fondasi kolaborasi USM–UTU agar tidak hanya berfokus pada pertukaran akademik, tetapi juga berkembang menuju penguatan kapasitas riset, pengembangan fasilitas, dan pelaksanaan penelitian kolaboratif yang berkelanjutan. Melalui International Collaboration Programme USM–UTU 2026, kedua institusi terus mendorong terbentuknya jejaring riset internasional yang mampu memperkuat kapasitas akademik sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi akuakultur.

Laporan: Dini Islama | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra