Tim Peneliti FPIK UTU Gelar FGD Hasil Temuan Rantai Pasok Perikanan WPP 572 Bersama PPN Sibolga di Sumatera Utara

22 Agu 2026 | Berita

Kota Sibolga | Sumatera Utara  Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Konsolidasi dan Validasi Hasil Temuan Survei Rantai Pasok Perikanan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 572 Provinsi Sumatera Barat dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat akurasi, validitas, dan keterwakilan data mengenai kondisi rantai pasok perikanan di wilayah Sumatera Utara tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19 Agustus 2026 di Ruang meeting Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan FGD ini menjadi forum strategis untuk mempresentasikan hasil temuan survei lapangan sekaligus memperoleh masukan, klarifikasi, dan konfirmasi dari berbagai pemangku kepentingan yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas perikanan, mulai dari nelayan, pelaku usaha perikanan, pengelola pelabuhan dan tempat pendaratan ikan, hingga unsur pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Perserta yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Kepala Pelabuhan (Kalabuh) Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga yang juga di damping oleh Frans S Sembiring, Eko R Ahaddy, Habibi, Krisiswanti, Lasmawary, dan Akademisi dari Sekolah Tinggi Perikanan Bapak Kurniawan yang juga sebagai koordinator tim pendataan rantai pasok di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kemudian turut hadir juga ketua tim dari Universitas Teuku Umar yaitu Bapak Dr. Muhammad Rizal beserta anggotanya Afdhal Fuadi, Rahmawati, dan Iyan Almisbah.

WPPNRI 572 merupakan salah satu wilayah perikanan penting di Indonesia yang mencakup perairan Samudera Hindia sebelah barat Sumatera. Potensi sumber daya ikan di wilayah ini memiliki nilai strategis bagi perekonomian masyarakat pesisir dan pengembangan sektor perikanan. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai rantai pasok perikanan menjadi penting, terutama untuk mengidentifikasi alur distribusi hasil tangkapan, aktor yang terlibat, pola pemasaran, nilai ekonomi, serta berbagai kendala yang dihadapi pada setiap mata rantai.

Dalam kegiatan tersebut, hasil survei dipaparkan secara sistematis dengan menguraikan kondisi aktivitas penangkapan ikan, karakteristik armada perikanan, daerah penangkapan, jenis hasil tangkapan, proses pendaratan, distribusi, pemasaran, hingga keterlibatan berbagai pelaku dalam rantai pasok perikanan. Data hasil survei lapangan kemudian diverifikasi melalui diskusi bersama peserta FGD untuk memastikan kesesuaian antara kondisi empiris di lapangan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.

Proses validasi menjadi salah satu tahapan penting dalam kegiatan ini. Masukan dari informan dan pemangku kepentingan digunakan untuk mengidentifikasi informasi yang perlu dikoreksi, dilengkapi, maupun diperdalam. Dengan demikian, hasil akhir kajian diharapkan tidak hanya memiliki dasar data yang kuat, tetapi juga mampu menggambarkan kondisi aktual rantai pasok perikanan di wilayah pesisir Sumatera Barat.

Laporan: Muhammad Rizal | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra