Kampung Durian | Aceh Tamiang — Rangkaian panjang dedikasi dan misi kemanusiaan Tim “Mahasiswa Berdampak” Universitas Teuku Umar (UTU) di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, akhirnya mencapai titik purna tugas. Kehadiran mahasiswa yang sukses mengubah wajah desa pascabencana menjadi wilayah yang kembali berdaya, ditutup dengan prosesi pelepasan yang penuh kehangatan dan derai air mata bahagia dari masyarakat setempat.
Seluruh rangkaian pengabdian ini merupakan wujud nyata implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang digawangi oleh mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Program Studi Akuakultur dan Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU.
Pamit Resmi dan Haru Bersama Datok Penghulu, Pada Jumat (6/3/2026) dilaksanakan prosesi serah terima kembali dan pamit secara resmi antara tim mahasiswa dengan Datok Penghulu (Kepala Desa) beserta jajaran perangkat desa Kampung Durian.
Dalam suasana yang diliputi rasa haru dan syukur, perwakilan mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas sambutan hangat, perlindungan, serta kerja sama luar biasa yang telah terjalin dengan warga selama sebulan terakhir. Sebaliknya, pihak desa memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi, keringat, dan dedikasi mahasiswa UTU yang hadir sebagai garda terdepan dalam membantu proses pemulihan infrastruktur dan ekonomi desa pascabencana banjir bandang.
Agenda seremonial ini menjadi simbol berakhirnya masa pengabdian secara formal. Namun, kedua belah pihak menegaskan bahwa ikatan emosional dan tali silaturahmi yang telah terbangun tidak akan pernah terputus oleh jarak.
Langkah Pulang Membawa Makna di Keesokan harinya, Sabtu (7/3/2026), rombongan Tim Mahasiswa Berdampak FPIK UTU bersiap meninggalkan lokasi pengabdian untuk menempuh perjalanan kembali ke kampus tercinta di Meulaboh. Mereka pulang tidak hanya dengan membawa barang bawaan, tetapi juga membawa segudang pengalaman berharga serta pelajaran kehidupan bermakna langsung dari “universitas kehidupan” di tengah masyarakat.
Perjalanan pulang ini bukan sekadar akhir dari sebuah kalender kegiatan akademik, melainkan titik awal dari refleksi dan pengembangan diri para mahasiswa sebagai insan cendekia yang peka, adaptif, dan peduli terhadap krisis sosial di lingkungannya.
Secara keseluruhan, Program “Mahasiswa Berdampak” UTU Tahun 2026 telah menjadi bukti nyata dan rekam jejak sejarah bahwa kehadiran mahasiswa bukan sebatas menimba ilmu di balik tembok kampus, melainkan mampu hadir memberikan kontribusi positif, solusi konkret, dan menyalakan kembali lentera harapan bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari masa sulit.
Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa
