Wujudkan Kemandirian Warga Pascabencana, Tim “Mahasiswa Berdampak” UTU Serahkan Aset Budidaya Ikan kepada Mitra

05 Mar 2026 | Berita

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row]

Momen serah terima ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari warga. Agenda ini menjadi simbol eratnya kerja sama antara insan akademis dan masyarakat, sekaligus wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga dan merawat keberlanjutan program pemulihan ekonomi di Kampung Durian pascabencana.

Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

[/et_pb_section]

Kampung Durian | Aceh Tamiang — Komitmen Universitas Teuku Umar (UTU) dalam melaksanakan pengabdian masyarakat tidak berhenti pada tahap implementasi program saja, tetapi juga memastikan keberlanjutan (sustainability) dari inovasi yang telah dibangun. Menjelang akhir masa pengabdian di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Tim “Mahasiswa Berdampak” dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU resmi melaksanakan serah terima aset program kepada masyarakat setempat.

Kegiatan serah terima ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, dan diserahkan langsung kepada perwakilan warga yang bertindak sebagai Mitra 1 dan Mitra 2. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting perpindahan tongkat estafet pengelolaan program dari mahasiswa kepada masyarakat.

Transfer Aset Produktif untuk Pemulihan Ekonomi Barang-barang yang diserahkan dalam agenda ini bukanlah bantuan konsumtif, melainkan seperangkat perlengkapan produktif yang selama ini digunakan dalam program budidaya ikan air tawar (sistem bioflok). Fasilitas ini meliputi kolam, sistem aerasi, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang telah dirakit dan diuji coba keberhasilannya oleh tim mahasiswa.

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row]

Ketua Program, Mahendra, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penyerahan aset ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik kampus. “Tujuan utama kehadiran kami di sini adalah pemberdayaan. Dengan diserahkannya perlengkapan budidaya ini, kami berharap fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan, dikelola secara mandiri, dan menjadi sumber mata pencaharian baru yang berkelanjutan bagi Mitra 1 dan Mitra 2 setelah program mahasiswa selesai,” ungkapnya.

Dibekali Edukasi Perawatan dan Pengelolaan Sebagai institusi pendidikan, tim “Mahasiswa Berdampak” UTU menyadari bahwa pemberian alat harus dibarengi dengan transfer pengetahuan. Oleh karena itu, prosesi serah terima barang ini tidak hanya bersifat seremonial.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuakultur, Danil, bersama rekan-rekan mahasiswa turut memberikan penjelasan teknis dan edukasi singkat kepada para mitra. Edukasi ini mencakup tata cara perawatan alat, manajemen kualitas air, hingga pengelolaan budidaya secara keseluruhan agar sistem tetap berjalan dengan baik, produktif, dan awet digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Momen serah terima ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari warga. Agenda ini menjadi simbol eratnya kerja sama antara insan akademis dan masyarakat, sekaligus wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga dan merawat keberlanjutan program pemulihan ekonomi di Kampung Durian pascabencana.

Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

[/et_pb_section]

Kampung Durian | Aceh Tamiang — Komitmen Universitas Teuku Umar (UTU) dalam melaksanakan pengabdian masyarakat tidak berhenti pada tahap implementasi program saja, tetapi juga memastikan keberlanjutan (sustainability) dari inovasi yang telah dibangun. Menjelang akhir masa pengabdian di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Tim “Mahasiswa Berdampak” dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU resmi melaksanakan serah terima aset program kepada masyarakat setempat.

Kegiatan serah terima ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, dan diserahkan langsung kepada perwakilan warga yang bertindak sebagai Mitra 1 dan Mitra 2. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting perpindahan tongkat estafet pengelolaan program dari mahasiswa kepada masyarakat.

Transfer Aset Produktif untuk Pemulihan Ekonomi Barang-barang yang diserahkan dalam agenda ini bukanlah bantuan konsumtif, melainkan seperangkat perlengkapan produktif yang selama ini digunakan dalam program budidaya ikan air tawar (sistem bioflok). Fasilitas ini meliputi kolam, sistem aerasi, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang telah dirakit dan diuji coba keberhasilannya oleh tim mahasiswa.

Ketua Program, Mahendra, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penyerahan aset ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik kampus. “Tujuan utama kehadiran kami di sini adalah pemberdayaan. Dengan diserahkannya perlengkapan budidaya ini, kami berharap fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan, dikelola secara mandiri, dan menjadi sumber mata pencaharian baru yang berkelanjutan bagi Mitra 1 dan Mitra 2 setelah program mahasiswa selesai,” ungkapnya.

Dibekali Edukasi Perawatan dan Pengelolaan Sebagai institusi pendidikan, tim “Mahasiswa Berdampak” UTU menyadari bahwa pemberian alat harus dibarengi dengan transfer pengetahuan. Oleh karena itu, prosesi serah terima barang ini tidak hanya bersifat seremonial.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuakultur, Danil, bersama rekan-rekan mahasiswa turut memberikan penjelasan teknis dan edukasi singkat kepada para mitra. Edukasi ini mencakup tata cara perawatan alat, manajemen kualitas air, hingga pengelolaan budidaya secara keseluruhan agar sistem tetap berjalan dengan baik, produktif, dan awet digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Momen serah terima ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari warga. Agenda ini menjadi simbol eratnya kerja sama antara insan akademis dan masyarakat, sekaligus wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga dan merawat keberlanjutan program pemulihan ekonomi di Kampung Durian pascabencana.

Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Kampung Durian | Aceh Tamiang — Komitmen Universitas Teuku Umar (UTU) dalam melaksanakan pengabdian masyarakat tidak berhenti pada tahap implementasi program saja, tetapi juga memastikan keberlanjutan (sustainability) dari inovasi yang telah dibangun. Menjelang akhir masa pengabdian di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Tim “Mahasiswa Berdampak” dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU resmi melaksanakan serah terima aset program kepada masyarakat setempat.

Kegiatan serah terima ini dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, dan diserahkan langsung kepada perwakilan warga yang bertindak sebagai Mitra 1 dan Mitra 2. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting perpindahan tongkat estafet pengelolaan program dari mahasiswa kepada masyarakat.

Transfer Aset Produktif untuk Pemulihan Ekonomi Barang-barang yang diserahkan dalam agenda ini bukanlah bantuan konsumtif, melainkan seperangkat perlengkapan produktif yang selama ini digunakan dalam program budidaya ikan air tawar (sistem bioflok). Fasilitas ini meliputi kolam, sistem aerasi, hingga perlengkapan pendukung lainnya yang telah dirakit dan diuji coba keberhasilannya oleh tim mahasiswa.

Ketua Program, Mahendra, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penyerahan aset ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik kampus. “Tujuan utama kehadiran kami di sini adalah pemberdayaan. Dengan diserahkannya perlengkapan budidaya ini, kami berharap fasilitas tersebut dapat terus dimanfaatkan, dikelola secara mandiri, dan menjadi sumber mata pencaharian baru yang berkelanjutan bagi Mitra 1 dan Mitra 2 setelah program mahasiswa selesai,” ungkapnya.

Dibekali Edukasi Perawatan dan Pengelolaan Sebagai institusi pendidikan, tim “Mahasiswa Berdampak” UTU menyadari bahwa pemberian alat harus dibarengi dengan transfer pengetahuan. Oleh karena itu, prosesi serah terima barang ini tidak hanya bersifat seremonial.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuakultur, Danil, bersama rekan-rekan mahasiswa turut memberikan penjelasan teknis dan edukasi singkat kepada para mitra. Edukasi ini mencakup tata cara perawatan alat, manajemen kualitas air, hingga pengelolaan budidaya secara keseluruhan agar sistem tetap berjalan dengan baik, produktif, dan awet digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Momen serah terima ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme dari warga. Agenda ini menjadi simbol eratnya kerja sama antara insan akademis dan masyarakat, sekaligus wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga dan merawat keberlanjutan program pemulihan ekonomi di Kampung Durian pascabencana.

Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra