Panen Perdana dan Kenduri Perpisahan: Akhir Manis Pengabdian Tim “Mahasiswa Berdampak” UTU di Aceh Tamiang

05 Mar 2026 | Berita

Kampung Durian | Aceh Tamiang — Perjalanan panjang nan emosional Tim “Mahasiswa Berdampak” Universitas Teuku Umar (UTU) di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, akhirnya tiba di penghujung waktu. Setelah berminggu-minggu berjibaku dengan lumpur pascabencana, membangun kembali fasilitas desa, hingga merintis kemandirian ekonomi, delegasi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UTU menutup masa pengabdiannya dengan sebuah pencapaian gemilang dan kenangan manis bersama warga.

Panen Perdana: Bukti Nyata Keberhasilan Program, Rabu (4/3/2026) menjadi hari yang paling dinantikan oleh warga dan mahasiswa. Bertempat di lokasi Mitra 1, tim mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan kegiatan pemanenan ikan perdana dari sistem budidaya yang telah dirawat bersama. Proses pemanenan berlangsung dengan penuh antusiasme dan sorak sorai kegembiraan dari warga setempat.

“Kegiatan panen ini bukan sekadar mengambil hasil kolam, melainkan bukti nyata dan validasi dari keberhasilan program yang kami rancang. Ini adalah momen transisi di mana masyarakat membuktikan bahwa mereka kini mampu mengelola budidaya ikan secara mandiri,” tegas Mahendra, S.Pi., M.Si.

Lebih dari sekadar memberikan dampak ekonomi instan, proses dari tebar benih hingga panen ini telah memberikan pengalaman, literasi, dan pembelajaran tak ternilai bagi masyarakat Kampung Durian untuk membangun ketahanan pangan pascabencana secara berkelanjutan.

Keesokan harinya, Kamis (5/3/2026), suasana berubah menjadi haru. Tim “Mahasiswa Berdampak” FPIK UTU menggelar acara makan bersama (kenduri) dengan warga desa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momen perpisahan menjelang kepulangan mahasiswa kembali ke Kampus UTU di Meulaboh.

Suasana hangat dan penuh kekeluargaan sangat terasa saat mahasiswa, tokoh desa, dan masyarakat duduk melingkar bersama. Tidak ada lagi sekat antara kaum akademisi dan warga desa; mereka berbagi cerita, tawa, hingga derai air mata saat merefleksikan kembali perjuangan membersihkan desa dari sisa banjir bandang sebulan yang lalu.

Ketua HMJ Akuakultur, Danil, mengungkapkan bahwa momen perpisahan ini juga diisi dengan diskusi strategis dan evaluasi akhir terkait program utama bersama para mitra.

“Kami makan bersama, tapi kami juga berdiskusi dari hati ke hati. Momen ini adalah wadah evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama agar fasilitas dan program budidaya ikan yang telah dirintis tetap hidup, produktif, dan berkembang meskipun kami sudah tidak lagi berada di sini. Raga kami mungkin kembali ke Meulaboh, tapi hati kami tertinggal di Kampung Durian,” ungkap Danil dengan haru.

Rangkaian penutupan program ini dikawal langsung oleh Ketua Program Mahendra, S.Pi., M.Si. (Dosen FPIK UTU), bersama tim dosen pendamping Citra Dina Febrina, S.Pi., M.Si. (Dosen FPIK UTU) dan Dr. Jekki Irawan, SP., MP. (Dosen Fakultas Pertanian UTU). Di lapangan, momen bersejarah ini dipimpin oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuakultur, Danil.

Program “Mahasiswa Berdampak” UTU Tahun 2026 di Aceh Tamiang telah resmi berakhir. Namun, jejak dedikasi, infrastruktur yang pulih, dan denyut ekonomi yang kembali hidup akan menjadi warisan abadi dari Universitas Teuku Umar untuk kebangkitan masyarakat Kampung Durian.

Laporan: Mahendra| Editor: Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

Chandra