Meulaboh | Aceh Barat — Nelayan di Aceh Barat khusunya yang melabuhkan kapalnya disekitaran Sungai Meureubo mengeluhkan adanya pendangkalan tepian Sungai untuk menepikan kapal dan besarnya gelombang arus sungai di periode tertentu yang menganggu posisi dudukan kapal Ketika berada di dermaga, menelaah kendala yang dialami oleh Sebagian besar nelayan tersebut, Program Studi Sumber Daya Akuatik berinisiatif bekerja sama dengan POS AL meulaboh, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa 27 Januari 2025 di kantor POS AL Meulaboh yang dihadiri oleh Ibu Mira Mauliza Rahmi, S.ST.Pi., M.Si, Ibu Neneng Marlian, S.Pi., M.Si dan Ibu Friyuanita Lubis, S.Pi., M.Sc, dan disambut oleh Komandan Posal Meulaboh, Kapten Laut (P) Surya Darma dan Pamong Saka Bahari POS AL Muhammad Abdullah Terry Pasaribu.


Selain penandatanganan kerja sama juga dilakukan diskusi dalam mendapatkan Solusi untuk mengatasi permasalahan nelayan terkait pendangkalan muara Sungai dan kendala gelombang arus Sungai dan Solusi yang didiskusikan adalah upaya menginisiasi pengerukan muara Sungai yang sudah mengalami pendangkalan dan meletakan batu pemecah arus di Lokasi persingahan kapal yang deras arusnya. tentunya inisiasi solusi terhadap kendala yang dihadapi nelayan membutuhkan banyak stakeholder yang terlibat dalam merealisasikan gagasan ini.
Laporan: Nabil Zurba | Editor: Iyan Almisbah | Foto: Neneng Marlian

