Bogor – Dua dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar (FPIK UTU) mengikuti pelatihan dan uji kompetensi bidang Pengelola Kawasan Konservasi Perairan yang diselenggarakan oleh IPB Training di kawasan Taman Kencana, Bogor, pada 21–24 Oktober 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc. (Ketua Program Studi Magister Ilmu Perikanan) dan Nabil Zurba, S.Pi., M.Si. (Ketua Program Studi Sumber Daya Akuatik). Kedua dosen tersebut berpartisipasi aktif dalam rangka meningkatkan kompetensi profesional di bidang konservasi perairan serta memperkuat kapasitas akademik dalam mendukung visi FPIK UTU sebagai pusat unggulan ilmu perikanan dan kelautan berbasis sumber daya lokal.


Kawasan konservasi perairan merupakan wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah untuk dikelola secara berkelanjutan, dengan tujuan melindungi ekosistem, menjaga keanekaragaman hayati, dan memberikan manfaat bagi alam serta masyarakat. Saat ini, terdapat lebih dari 30 juta hektar kawasan konservasi perairan di Indonesia yang memerlukan pengelolaan strategis dan berbasis ilmu pengetahuan.
Selama empat hari pelatihan, peserta mendapatkan materi yang komprehensif, mencakup landasan hukum konservasi, perencanaan dan penyusunan strategi pengelolaan kawasan, koordinasi lintas pemangku kepentingan (stakeholder), hingga finalisasi strategi pengelolaan berbasis hasil skoring dan diskusi bersama stakeholder.
Menurut Dr. Munandar, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi dosen FPIK UTU dalam memperdalam kemampuan teknis dan manajerial di bidang konservasi perairan.
“Pelatihan ini tidak hanya memperluas wawasan tentang pengelolaan kawasan konservasi, tetapi juga memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana strategi konservasi dapat diterapkan secara efektif dengan melibatkan berbagai pihak terkait,” ujarnya.
Senada dengan itu, Nabil Zurba, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa kompetensi yang diperoleh dari pelatihan ini akan berdampak langsung pada peningkatan mutu pembelajaran di FPIK UTU.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang didapatkan dapat ditransfer kepada mahasiswa, sekaligus memperkuat posisi UTU dalam bidang sertifikasi dan kompetensi konservasi,” jelasnya.
Adapun tujuan utama dari keikutsertaan dalam pelatihan ini adalah menjadi tenaga ahli pengelola kawasan konservasi perairan, serta memenuhi salah satu persyaratan untuk menjadi asesor kompetensi bidang konservasi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) Universitas Teuku Umar.
Dengan partisipasi aktif para dosen dalam kegiatan ini, diharapkan FPIK UTU dapat semakin berperan dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi perairan secara berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pelestarian sumber daya laut Indonesia.
Laporan: Nabil Zurba | Editor : Iyan Almisbah | Foto: Istimewa

