FPIK UTU adakan Webinar Perikanan dan Kelautan
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
  • 30. 08. 2021
  • 0
  • 417

FPIK UTU- Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan mengadakan seminar nasional dengan tema “Pengelolaan Pesisir dan Laut Berkelanjutan untuk Perikanan dan Budidaya” yang dilaksanakan secara daring via zoom. Pada kegiatan seminar ini Dekan FPIK UTU Prof. Dr. M. Ali Sarong, M.Si membuka acara dengan menyambut baik kegiatan hari ini sekaligus menyampaikan program terbaru kampus merdeka belajar dimana mahasiswa tidak hanya belajar di kampus sendiri, melainkan juga belajar dari kampus ke kampus. Acara seminar ini di pimpin oleh medorator Mohamad Gazali, M.Si dengan jumlah peserta 148 orang yang berasal dari para peneliti, dosen, praktisi, dan mahasiswa Fakultas Perikanan dan ilmu Kelautan

Pada kesempatan ini pemateri pertama Bapak Hatim AlBasri, M.A., Ph.D dengan tema “Current Regimes on Coastal and Marine Management Areas and some of their Potential Future Improvement to Develop Sustainanble Mariculture”. Beliau menekankan pada arah kebijakan perikanan budidaya dan pengembangan akuakultur tahun 2020-2024. Beliau juga memaparkan Konsep Daya Dukung Budidaya Berbasis Buffer Zone untuk mencegah klusterisasi KJA pada suatu areal terbatas, memininimalkan overlapping “foot print” limbah budidaya, menjaga keragaman makrozoobenthos sebagai salah satu indicator kesehatan lingkungan pesisir, membantu kemampuan asimilasi lingkungan perairan, memudahkan institusi terkait dalam melakukan penentuan daya dukung suatu zona budidaya, dan memudahkan monitoring dan evaluasi daya dukung lingkungan budidaya.

Selain itu pemateri kedua Bapak Dr. Ir Luky Adrianto, M.Sc dengan tema “ Pendekatan Social-Ecological System (SES) untuk Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan”, juga menyampaikan Perikanan Berkelanjutan itu adalah Never Ending Discussion, dimana managing fisheries is managing people.

Pada sesi tanya jawab dan diskusi dengan narasumber, beberapa pertanyaan muncul, diantaranya dari Dr. Edwarsyah yang bertanya mengenai kemungkinan adanya konsep dan method  dengan daya dukung dan daya tampung untuk bisa diterapkan pada KJA Teluk Sinabang. Pertanyaan lainnya juga berasal dari mahasiswa FPIK, Setiadi M Noor, terkait langkah kongkret apa yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa dalam upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Agenda webinar ditutup dengan sesi penyerahan sertifikat secara simbolis kepada kedua narasumber oleh Dekan FPIK UTU. [Team Web FPIK]

Lainnya :