Evaluasi Kawasan TWA, FPIK-UTU, BKSDA Aceh dan WCS-IP Lakukan Penelitian di Kepulauan Banyak
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
  • 25. 01. 2021
  • 0
  • 807

Sebanyak lima orang dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar melaksanakan kegiatan penelitian ekologi dan sosial ekonomi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kepulauan Banyak, Aceh Singkil. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa orang mahasiswa FPIK UTU dalam mendukung pelaksanaan penelitian tersebut. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama FPIK UTU, BKSDA Aceh dan
WildLife Conservation Society Indonesia Program dalam upaya evaluasi kawasan TWA Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak selasa (18/1) lalu hingga rabu (27/1) mendatang. Kajian penelitian yang dilakukan terbagi atas empat pendekatan meliputi kajian terhadap ekosistem terumbu karang dan ikan karang, ekosistem padang lamun, ekosistem mangrove dan sosial ekonomi masyarakat pesisir yang ada di Kepulauan Banyak. 

Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Kepulauan Banyak merupakan sebuah gugusan pulau-pulau dan perairan yang terletak di Samudera Hindia bagian barat Pulau Sumatera, tepatnya di Wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Secara geografis, TWA Kepulauan Banyak berada pada koordinat 2˚00’ 00’’ Lintang Utara – 02˚ 22’ 12’’ Lintang Utara dan 97˚ 06’ 34’’ Bujur Timur - 97˚ 28’ 13’’ Bujur Timur. Berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia nomor SK 103/MenLHK-II/2015 tentang perubahan atas keputusan Menteri Kehutanan nomor SK 865/Menhut-II/2014 Tanggal 29 September 2014 Tentang Kawasan Hutan Dan Konservasi Perairan Provinsi Aceh, TWA Kepulauan Banyak memiliki luas sekitar 255.585,39 hektar, dengan luas perairan mencapai 228.182,86 hektar (89,3% dari luas kawasan) dan luas daratan mencapai 27.402,53 hektar atau 10,7% dari luas kawasan. 

Besarnya proporsi perairan dan karakteristik dasar kawasan sebagai wilayah kepulauan menyebabkan TWA Kepulauan Banyak juga sering disebut sebagai TWA Laut yang terpadu dengan kawasan konservasi darat. Dekan FPIK UTU Prof. Dr. M. Ali, S, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan kajian ilmiah terhadap kawasan ini dianggap sangat penting karena mendukung dalam upaya pembaharuan data dan evaluasi dampak pembentukan kawasan terhadap ekologi dan masyarakat. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat mendukung stakeholder dan pemangku kebijakan lainnya dalam upaya pembangunan dan pengembangan wilayah pesisir khususnya pada wilayah TWA Kepulauan Banyak. (SB)

Komentar :

Lainnya :